Rabu, 30 Mei 2012

RESENSI NOVEL : PERAHU KERTAS


      Judul Buku      : Perahu Kertas                      
      Penulis             : Dewi “Dee” Lestari
      Tanggal Terbit : Agustus - 2009
      Penerbit           : Bentang Pustaka
      Tebal                : 444 hal

Kugy adalah gadis mungil yang hobi berkhayal. Dia sangat suka menulis dongeng yang bagi orang lain merupakan hobi yang tak lazim. Belum lagi kegemarannya menulis surat kepada Dewa Neptunus. Surat tersebut dilipat menjadi perahu kertas dan dihanyutkan di sungai atau laut. Kugy menganggap dirinya adalah seorang agen Neptunus. Keenan digambarkan sebagai sosok yang cerdas. Kesukaannya dibidang melukis tidak mendapat restu dari ayahnya. Dia justru diarahkan ke bidang bisnis untuk meneruskan perusahaan ayahnya. Perahu Kertas bukan hanya menceritakan kisah cinta yang simple antara Kugy dan Kennan tetapi kisah cinta yang detail dan terlalu rumit. Mungkin terlihat sederhana sekali dengan cerita mereka, kisah antara Kugy dan Kennan yang berawal dari pertemanan mereka disaat harus belajar di Bandung. Dimana pertemuan mereka berawal disaat Noni yang merupakan sahabat Kugy harus nemani sang pacar yang bernama Eko untuk menjemput sepupunya yang sudah lama tidak bertemu, dan bernama Kennan.

Dan pertemuan tidak sampai disitu saja, berlanjut dengan hobi mereka yang keren, nonton bioskop midnight, sehingga seperti double date, antara Noni - Eko dan Kugy-Kennan. Disaat persahabatan antara Kugy dan kennan yang semakin dekat, Kugy sudah mulai berani untuk menceritakan bahwa dia memiliki hobi membuat cerita dongeng dan juga Kennan yang melukiskan semua kisah dari cerita dongeng ciptaan Kugy.

Konflik mulai muncul disaat Noni yang berencana untuk menjodohkan Kennan dengan seorang cewek cantik yang merupakan sepupunya bernama Wanda. Sehingga membuat hubungan antara Kennan dan Kugy menjadi semakin jauh. Kugy pun berencana untuk menjauh dari semua yang terjadi, dan juga ingin menjauh dari seorang yang bernama Kennan tetapi akhirnya Kugy mengerti bahwa dia sebenarnya sudah mulai menyukai Kennan. Kennan yang harus putus dengan Wandapun dan sudah merasakan kehancuran yang terjadi didalam dirinya dan merasa terusir dari keluarganya sendiri, memilih untuk pergi ke Bali, Ubud bertemu dengan Pak Wayan yang juga hobi melukis, sehingga keinginan Kennan untuk tetap menjadi seorang pelukis semakin ingin diraihnya. Selama Kennan berada dibali, dia selalu teringat dengan Kugy, begitu juga dengan Kugy. Cerita semakin rumit, disaat Kennan yang akhirnya meninggalkan cintanya dan memilih Luhde, keponakan Pak Wayan sedangkan Kugy yang merasakah bahwa pangeran dongengnya tidak akan ada didunia ini, lebih memilih Remi.

Cerita dari Perahu Kertas ini sudah membuat aku tersenyum, menangis, kesal dengan semua konflik yang terjadi didalamnya. Cerita didalamnya terasa begitu mengalir. Untuk yang hoby baca novel romantis. Cinta yang terlalu rumit dan detail membuat kita terhanyut dan seperti merasakan bagaimana perasaan antara Kugy dan Kennan. Selain itu endingnya cukup membuat kita tersenyum.

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari novel ini. Semangat, perjuangan, impian, kejujuran, dan kerja keras adalah hal yang tak terlewatkan. Novel ini juga bergenre popular, khas gaya tutur anak muda perkotaan, terutama pada dialog-dialog tokohnya.

0 komentar:

Poskan Komentar